Wisata Candi Tikus Mojokerto, Jangan Lewatkan Pesona Ini
Panduan ini mengulas lengkap wisata Candi Tikus di Mojokerto, mulai dari sejarah petirtaan, rute akses, hingga rincian biaya tiket masuk yang terjangkau. Pembaca juga diberikan tips praktis dan rekomendasi aktivitas untuk memaksimalkan pengalaman liburan sejarah di Kawasan Trowulan.
Pernahkah Anda
membayangkan betapa menyesalnya melewatkan sebuah mahakarya arsitektur yang
tersembunyi di bawah tanah selama berabad-abad, padahal Anda sudah berada di
Jawa Timur? Saya sering melihat wisatawan yang hanya fokus pada destinasi
populer, namun luput mengunjungi permata sejarah di Kawasan Trowulan
ini.
Candi Tikus bukan
sekadar tumpukan bata merah; ini adalah bukti kecanggihan teknologi masa lalu
yang mungkin akan mengubah cara pandang Anda terhadap sejarah.
Bayangkan Anda
pulang dari liburan, lalu melihat foto rekan kerja yang menampilkan keindahan
simetris sebuah pemandian kerajaan kuno yang eksotis, sementara Anda hanya
mengunjungi tempat yang itu-itu saja.
Rasa penyesalan
karena "kurang riset" itu pasti tidak nyaman. Sebelum itu terjadi,
mari kita bedah tuntas panduan perjalanan ini agar waktu dan biaya yang Anda
investasikan memberikan pengalaman (dan konten) terbaik.
Keunikan Sejarah dan Arsitektur
Candi Tikus
Candi Tikus berbeda
dengan candi pada umumnya yang menjulang tinggi ke atas; situs ini justru
memiliki struktur menurun ke bawah seperti sebuah kolam pemandian kerajaan atau
petirtaan.
Jika dianalogikan
dalam dunia kerja, struktur ini mirip dengan sistem backend yang
kompleks namun tersembunyi, mendukung ekosistem di atasnya agar tetap berjalan
lancar.
- Fungsi Utama: Diduga
sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan (petirtaan) dan sarana
penyaluran air (irigasi).
- Material: Didominasi
oleh batu bata merah dengan kualitas tinggi yang presisi.
- Penemuan: Ditemukan
kembali pada tahun 1914 oleh bupati Mojokerto saat itu, R.A.A. Kromojoyo
Adinegoro, setelah terkubur tanah.
- Ikonik: Terdapat
menara-menara kecil yang melambangkan Gunung Mahameru, pusat kosmos dalam
kepercayaan Hindu-Buddha.
Lokasi Strategis di Jantung
Majapahit
Secara
administratif, Candi Tikus terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Lokasinya sangat
dekat dengan situs-situs lain di Kawasan Trowulan, menjadikannya titik
strategis untuk itinerary satu hari penuh.
- Jarak dari Kota Mojokerto: Sekitar 13-15
km dengan waktu tempuh kurang lebih 20-30 menit.
- Akses Jalan: Jalanan sudah
beraspal halus dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, mobil pribadi,
hingga bus pariwisata medium.
- Landmark Terdekat: Berdekatan
dengan Candi Bajang Ratu (sekitar 600 meter) dan Museum Majapahit.
Rute Candi Tikus Paling Efisien
Untuk mencapai
lokasi ini, Anda tidak perlu khawatir tersesat karena papan petunjuk jalan
menuju situs cagar budaya di Trowulan sudah sangat memadai.
Berikut adalah opsi
Rute Candi Tikus yang bisa Anda pilih berdasarkan titik keberangkatan:
- Dari Arah Surabaya/Sidoarjo:
- Ambil rute jalan nasional
Surabaya-Madiun.
- Sesampainya di perempatan
Trowulan (setelah melewati Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan), belok ke
kiri (arah selatan).
- Ikuti petunjuk arah menuju
Candi Bajang Ratu dan Candi Tikus.
- Dari Arah Jombang/Madiun:
- Ambil rute jalan nasional
Madiun-Surabaya.
- Setelah melewati perempatan
Trowulan, putar balik atau cari jalan masuk ke kanan menuju Desa Temon.
- Transportasi Umum:
- Bus jurusan Surabaya-Jogja,
turun di perempatan Trowulan.
- Lanjutkan dengan ojek
pangkalan atau ojek online menuju lokasi candi.
Harga Tiket Masuk dan Jam
Operasional
Salah satu
keunggulan wisata sejarah di Indonesia adalah biayanya yang sangat terjangkau,
memberikan Return on Investment (ROI) yang tinggi bagi pengalaman
liburan Anda.
Berikut adalah
rincian biaya terbaru yang perlu Anda siapkan:
- Harga Tiket Masuk (Domestik): Rp 3.000,-
per orang.
- Harga Tiket Masuk
(Mancanegara):
Sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000,- (dapat berubah sewaktu-waktu).
- Parkir Motor: Rp 2.000,-.
- Parkir Mobil: Rp 5.000,-.
- Jam Buka: Setiap hari
pukul 07.00 – 16.00 WIB.
Ragam Aktivitas Candi Tikus yang
Edukatif
Mengunjungi situs
ini bukan hanya sekadar melihat tumpukan bata, ada banyak hal bermakna yang
bisa Anda lakukan.
Berikut adalah
daftar Aktivitas Candi Tikus yang saya rekomendasikan untuk
memaksimalkan kunjungan Anda:
- Fotografi Arsitektur: Struktur
simetris candi sangat estetik untuk fotografi, terutama saat golden
hour.
- Belajar Sistem Irigasi Kuno: Mengamati
bagaimana nenek moyang kita mengatur debit air, sebuah benchmark
teknik sipil masa lalu.
- Kontemplasi: Suasana di
sekitar candi yang dikelilingi persawahan memberikan ketenangan
tersendiri.
- Wisata Edukasi Anak: Mengenalkan
sejarah Majapahit secara visual kepada buah hati.
Tips Berlibur ke Candi Tikus
Agar kunjungan Anda
nyaman dan tidak berakhir dengan keluhan karena cuaca panas khas Mojokerto,
persiapan matang sangat diperlukan.
Simak beberapa Tips
Berlibur ke Candi Tikus berikut ini:
- Waktu Terbaik: Datanglah
pagi hari (07.00-09.00) atau sore hari (15.00-16.00) untuk menghindari
terik matahari yang menyengat.
- Pakaian: Gunakan
pakaian yang menyerap keringat dan topi; area candi cukup terbuka tanpa
banyak pohon peneduh di bagian tengah.
- Etika: Dilarang
menaiki struktur bata candi sembarangan untuk menjaga kelestarian situs.
- Logistik: Bawa air
minum sendiri, meskipun ada warung kecil di sekitar area parkir.
- Konektivitas: Gabungkan
kunjungan ini dengan Candi Bajang Ratu agar efisien waktu.
FAQ
- Apakah Candi Tikus ramah untuk
anak-anak dan lansia? Ya, aksesnya mudah dijangkau dari parkiran, namun
perlu pengawasan ekstra bagi anak-anak karena ada struktur kolam yang
cukup dalam, dan bagi lansia perlu berhati-hati saat menuruni anak tangga.
- Kapan waktu terbaik untuk
mengambil foto di Candi Tikus? Pagi hari sekitar pukul 07.30 - 08.30
WIB saat langit biru cerah kontras dengan bata merah, atau sore hari pukul
15.30 WIB untuk suasana yang lebih warm.
- Apakah boleh membawa makanan ke
dalam area candi? Anda boleh membawa makanan ringan, namun sangat
disarankan untuk memakannya di area istirahat pinggir taman, bukan di atas
struktur candi, dan wajib membawa sampah kembali.
- Kenapa dinamakan Candi Tikus? Menurut
cerita warga setempat, saat ditemukan, lokasi tersebut merupakan sarang
tikus yang mewabah, namun anehnya tikus-tikus tersebut lari dan
bersembunyi di gundukan tanah yang ternyata adalah candi ini.
- Berapa lama waktu ideal untuk
menghabiskan waktu di sini? Rata-rata wisatawan menghabiskan
waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk berkeliling, berfoto, dan menikmati
suasana.
Meninggalkan Candi
Tikus seringkali meninggalkan rasa kagum bercampur perenungan tentang betapa
majunya peradaban yang pernah berdiri di tanah ini.
Jika Anda menunda
kunjungan ini, Anda mungkin melewatkan kesempatan untuk melihat langsung bukti
kebesaran Majapahit yang autentik dan tenang.
Jangan biarkan kesibukan rutinitas menghalangi Anda untuk menyapa sejarah; karena terkadang, melihat ke masa lalu adalah cara terbaik untuk menyegarkan perspektif kita dalam menghadapi masa depan.
📖 Lihat Sumber Informasi
01. Asal-usul Nama Candi Tikus Mojokerto dan Info Lengkap Wisatanya — Detik Jatim
02. Candi Tikus — Traveloka
03. Candi Tikus Trowulan Mojokerto Liburan Sambil Belajar Sejarah — Inilah Mojokerto
04. Candi Tikus dan Teknologi Irigasi di Era Majapahit — Radar Majapahit (Jawa Pos)
.webp)



No comments:
Post a Comment