Wisata Sejarah Trowulan, Jejak Majapahit yang Wajib Anda Kunjungi
Panduan ini memberikan panduan komprehensif berwisata ke Kawasan Trowulan, mencakup detail Candi Tikus, Brahu, dan Bajang Ratu beserta rute dan biayanya. Tujuannya adalah mengajak pembaca menghargai warisan Majapahit dengan persiapan perjalanan yang matang dan tips praktis.
Pernahkah Anda
membayangkan betapa ruginya melewatkan kesempatan untuk berdiri tepat di pusat
peradaban terbesar yang pernah menyatukan Nusantara? Seringkali kita terlalu
sibuk mengejar destinasi kekinian yang viral sesaat, hingga lupa bahwa di
Mojokerto, terdapat sebuah lorong waktu bernama Kawasan Trowulan yang menyimpan
jati diri bangsa ini.
Mengunjungi situs
ini bukan sekadar liburan, melainkan sebuah upaya meminimalisir penyesalan di
masa depan karena tidak pernah mengenal akar sejarah kita sendiri selagi situs
ini masih berdiri kokoh.
Saya mengajak Anda
menelusuri keagungan Candi Tikus, kemegahan Candi Brahu, dan estetika Gapura
Bajang Ratu sebelum narasi sejarah ini tergerus zaman.
Mari kita pastikan
perjalanan Anda kali ini memberikan makna mendalam, bukan sekadar koleksi foto
di galeri ponsel.
Mengapa Kawasan Trowulan Begitu
Penting?
Kawasan Trowulan di
Mojokerto bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan situs cagar budaya
yang diyakini sebagai ibukota Kerajaan Majapahit.
Memahami konteks
wilayah ini sangat krusial sebelum Anda melangkah lebih jauh ke situs-situs
spesifik di dalamnya.
- Status Warisan: Merupakan
Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional yang mencakup area seluas kurang
lebih 11 x 9 kilometer persegi.
- Nilai Historis: Dianggap
sebagai "Kota Metropolitan Kuno" dengan tata kota yang sudah
maju pada abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.
- Bukti Peradaban: Menyimpan
ratusan ribu artefak terakota, sistem kanal air, dan candi-candi yang
terbuat dari bata merah berkualitas tinggi.
- Relevansi Modern: Menjadi pusat
edukasi dan penelitian arkeologi yang menghubungkan kejayaan masa lalu
dengan identitas Indonesia modern.
Eksotisme Candi Tikus: Pemandian
Kuno yang Memukau
Candi Tikus adalah
representasi kecerdasan insinyur masa lalu dalam mengelola tata air (hidrologi)
yang berfungsi sebagai petirtaan atau pemandian kerajaan.
Terletak lebih
rendah dari permukaan tanah, situs ini menawarkan aktivitas Candi Tikus
yang unik bagi penggemar fotografi dan sejarah.
- Lokasi: Dukuh Dinuk,
Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
- Jam Operasional: 07.00 – 16.00
WIB (Buka setiap hari).
- Harga Tiket Masuk (HTM):
- Dewasa/Umum: Rp 3.000,- per
orang.
- Parkir Motor: Rp 2.000,-
- Parkir Mobil: Rp 5.000,-
- Keunikan Arsitektur:
- Bentuk bangunan menyerupai
meru (gunung suci) yang dikelilingi kolam air.
- Terbuat dari bata merah yang
disusun presisi tanpa perekat semen modern.
- Terdapat pancuran air
(jaladwara) berbentuk makara dan teratai.
- Aktivitas yang Bisa Dilakukan:
- Mempelajari sistem drainase
kuno Majapahit.
- Berfoto dengan latar belakang
arsitektur simetris yang estetik.
- Duduk santai menikmati suasana
pedesaan yang asri di sekitar candi.
- Kaitan Pillar Content: Bagi Anda
yang mencari detail spesifik mengenai cara menuju lokasi ini, silakan
merujuk pada artikel panduan rute Candi Tikus yang telah kami bahas
sebelumnya.
Candi Brahu: Struktur Megah Tempat
Kremasi Raja
Berbeda dengan
Candi Tikus yang berada di bawah permukaan tanah, Candi Brahu menjulang tinggi
dan diyakini berusia lebih tua dari Kerajaan Majapahit itu sendiri, yakni sejak
era Mpu Sindok.
Situs ini sering
dikaitkan sebagai tempat pembakaran jenazah (krematorium) raja-raja, meskipun
hal ini masih menjadi perdebatan para ahli.
- Lokasi: Dukuh Jambu
Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
- Spesifikasi Bangunan:
- Tinggi bangunan mencapai
sekitar 20 meter.
- Berdenah dasar persegi delapan
yang unik.
- Menghadap ke arah Barat,
berbeda dengan kebanyakan candi di Jawa Timur.
- Aksesibilitas:
- Dapat diakses dengan kendaraan
roda dua maupun roda empat (bus medium bisa masuk).
- Jalanan menuju lokasi sudah
beraspal halus dan nyaman dilalui.
- Fasilitas Penunjang:
- Area parkir luas.
- Toilet umum dan mushola.
- Warung-warung kecil yang
menjual makanan ringan dan minuman.
- Papan informasi sejarah yang
cukup lengkap.
- Pengalaman Visual: Warna bata
merah yang menyala saat terpapar sinar matahari sore memberikan nuansa
magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Gapura Bajang Ratu: Gerbang Elegan
Menuju Masa Lalu
Gapura Bajang Ratu
adalah salah satu masterpiece arsitektur Majapahit yang masih utuh,
berfungsi sebagai pintu gerbang tipe paduraksa (memiliki atap).
Keindahannya sering
dianalogikan seperti "lobby kantor pusat" sebuah perusahaan
multinasional—megah, mengintimidasi, namun memukau.
- Lokasi: Desa Temon,
Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto (dekat dengan Candi Tikus).
- Makna Nama: "Bajang
Ratu" sering diartikan sebagai raja yang masih bujang atau kecil,
merujuk pada Raja Jayanegara.
- Detail Arsitektur:
- Tinggi gapura mencapai 16,5
meter.
- Hiasan relief Sri Tanjung dan
Ramayana pada bagian kaki gapura.
- Sayap gapura yang melambangkan
pelepasan jiwa atau dunia fana.
- Mitos dan Kepercayaan:
- Mitos lokal menyebutkan
pantangan bagi pejabat untuk melintasi gerbang ini agar jabatannya tidak
"runtuh".
- Dipercaya sebagai pintu
belakang kerajaan yang sakral.
- Spot Foto Terbaik: Ambil sudut
dari depan dengan low angle untuk menangkap kesan megah gapura yang
menjulang ke langit biru.
Rute Menuju Kawasan Trowulan
Kawasan Trowulan
sangat strategis karena terletak di jalan nasional yang menghubungkan Surabaya
dan Madiun/Yogyakarta.
Berikut adalah
panduan navigasi untuk memudahkan perjalanan Anda, mirip dengan saat Anda
merencanakan perjalanan dinas yang efisien.
- Dari Arah Surabaya (Timur):
- Jarak tempuh sekitar 60 km
atau 1,5 jam perjalanan via jalan tol atau jalan nasional.
- Rute: Surabaya -> Sidoarjo
-> Krian -> Balongbendo -> Mojokerto -> Trowulan.
- Patokan: Setelah melewati
perempatan bypass Mojokerto, lurus terus sekitar 10 km hingga
menemukan Gapura Wringin Lawang di sisi jalan.
- Dari Arah Jombang/Madiun
(Barat):
- Ikuti jalan nasional arah
Surabaya.
- Setelah melewati perbatasan
Jombang-Mojokerto, perhatikan petunjuk arah ke "Pusat Informasi
Majapahit" di sebelah kanan jalan.
- Transportasi Umum:
- Bus: Naik bus
jurusan Surabaya-Madiun/Yogyakarta (PO Sumber Kencono, Harapan Jaya,
dll), turun di Trowulan (depan Museum Majapahit).
- Kereta Api: Turun di
Stasiun Mojokerto, lalu lanjut dengan ojek online atau angkutan umum ke
arah Trowulan.
- Catatan Rute Candi Tikus: Lokasi Candi
Tikus agak masuk ke dalam pedesaan (sekitar 2-3 km dari jalan raya utama),
pastikan menggunakan Google Maps atau bertanya pada warga sekitar.
Tips Berkunjung Agar Liburan
Maksimal
Agar kunjungan Anda
tidak berakhir dengan kelelahan atau kekecewaan, persiapan matang layaknya
menyusun strategi proyek sangat diperlukan.
Berikut adalah tips
berlibur ke Candi Tikus dan situs sekitarnya yang telah saya kurasi.
- Waktu Terbaik:
- Pagi hari (07.00 - 09.00 WIB)
untuk udara yang sejuk dan pencahayaan foto yang lembut.
- Sore hari (15.00 - 16.00 WIB)
untuk menikmati golden hour di Candi Brahu.
- Hindari siang hari bolong
(12.00 - 13.00 WIB) karena cuaca Trowulan cenderung sangat panas dan
terik.
- Pakaian dan Perlengkapan:
- Gunakan pakaian yang menyerap
keringat dan sopan (situs budaya).
- Wajib membawa topi, kacamata
hitam, dan tabir surya (sunblock).
- Bawa air minum yang cukup
(tumbler pribadi untuk mengurangi sampah plastik).
- Etika Pengunjung:
- Dilarang memanjat struktur
candi (terutama bagian stupa atau dinding bata yang rapuh).
- Jaga kebersihan, buang sampah
pada tempatnya.
- Bersikap hormat, karena
beberapa lokasi masih digunakan untuk ritual keagamaan.
- Kuliner Lokal: Jangan lupa
mencicipi Sambal Wader yang banyak dijual di sekitar Kolam Segaran,
rasanya otentik dan harganya terjangkau.
FAQ
- Apakah Kawasan Trowulan ramah
untuk anak-anak?
- Ya, kawasan ini sangat
edukatif dan memiliki area terbuka hijau yang luas, namun pengawasan
orang tua tetap diperlukan saat berada di dekat struktur candi.
- Berapa total biaya tiket untuk
mengunjungi semua situs utama di Trowulan?
- Sangat terjangkau, rata-rata
tiket per situs hanya Rp 3.000 - Rp 5.000. Total budget tiket untuk 5
situs utama kurang dari Rp 30.000 per orang.
- Apakah ada transportasi umum
keliling situs Trowulan?
- Tidak ada angkutan umum khusus
yang menghubungkan antar candi. Disarankan membawa kendaraan pribadi atau
menyewa ojek di sekitar museum.
- Kapan waktu terbaik untuk
fotografi di Candi Tikus?
- Pagi hari setelah subuh atau
saat musim hujan ketika kolam candi terisi air, memberikan efek refleksi
yang indah.
- Apakah boleh membawa makanan
dari luar ke area candi?
- Boleh, asalkan dimakan di area
istirahat yang disediakan dan tidak membuang sampah sembarangan di area
situs suci.
Perjalanan
menyusuri Kawasan Trowulan mengajarkan kita bahwa kejayaan bukanlah
sesuatu yang abadi, namun jejaknya bisa kekal jika kita rawat dengan hati.
Pulang dari sini,
Anda tidak hanya membawa oleh-oleh foto, tetapi sebuah pemahaman baru tentang
betapa besarnya bangsa ini di masa lalu.
Jangan biarkan
kesibukan duniawi membuat Anda menunda kunjungan ini hingga situs-situs
tersebut lapuk dimakan usia.
Sempatkan waktu
sekarang, ajak keluarga atau kerabat, dan rasakan sendiri atmosfer Majapahit
yang magis.
Karena pada akhirnya, penyesalan terbesar bukanlah tentang tempat yang belum kita kunjungi, melainkan tentang sejarah kita sendiri yang terlupakan begitu saja.
📖 Lihat Sumber Informasi
01. Detik Jatim - Situs Trowulan Jejak Kejayaan Majapahit
02. Liputan6 Surabaya - Trowulan Situs Sejarah Mojokerto
03. Seputar Malang - Kawasan Trowulan Cagar Budaya
04. Kompasiana - Singgah di Trowulan Menikmati Kejayaan Majapahit
05. Radar Madura - Situs Trowulan Mojokerto Kawasan Cagar Budaya
.webp)



No comments:
Post a Comment