Eksplorasi Candi Tikus, Jangan Sampai Terlewat Momen Ini
Panduan ini
mengulas berbagai aktivitas menarik di Candi Tikus, mulai dari eksplorasi
arsitektur petirtaan bawah tanah, fotografi, hingga wisata edukasi sejarah
Majapahit. Dilengkapi dengan tips waktu kunjungan terbaik, artikel ini menjadi
panduan esensial bagi wisatawan yang ingin memaksimalkan pengalaman mereka di
Kawasan Trowulan.
Bayangkan Anda
sudah menempuh perjalanan jauh ke Jawa Timur, mengelilingi Kawasan Trowulan,
namun melewatkan satu situs yang justru menyimpan rahasia tata kota Majapahit
yang paling canggih.
Ada rasa penyesalan
yang mungkin timbul ketika menyadari bahwa Anda melewatkan "kolam
pemandian" kerajaan yang terkubur ratusan tahun ini hanya karena kurangnya
informasi mengenai apa yang sebenarnya bisa dilakukan di sana.
Candi Tikus bukan
sekadar tumpukan bata merah; ini adalah bukti jeniusnya sistem perairan leluhur
kita.
Situs ini
menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan candi pemujaan pada umumnya
karena posisinya yang menjorok ke bawah tanah, menyerupai sebuah petirtaan atau
kolam pemandian.
Bagi Anda yang
ingin memahami bagaimana Candi Tikus berfungsi di masa lalu sekaligus
menikmati suasananya yang tenang, artikel ini akan memandu Anda.
Kami akan mengupas
tuntas aktivitas apa saja yang bisa Anda lakukan agar kunjungan Anda tidak
berakhir sia-sia dan memberikan kenangan visual serta historis yang mendalam.
Menyelami Keunikan Arsitektur
"Candi di Dalam Tanah"
Daya tarik utama
dari situs ini adalah struktur bangunannya yang unik dan berbeda dari
candi-candi lain di Jawa Timur yang biasanya menjulang tinggi ke atas.
Candi Tikus justru
mengajak Anda untuk melihat ke bawah, seolah mengajak kita merendah untuk
memahami filosofi air.
- Eksplorasi Level Bangunan: Anda dapat
mengamati struktur candi yang terbuat dari bata merah yang tersusun rapi
membentuk kolam persegi. Bangunan ini tidak berdiri di atas tanah datar,
melainkan digali ke bawah, mirip dengan konsep sunken plaza pada
arsitektur modern.
- Mengamati Menara Meru: Di tengah
kolam utama, terdapat bangunan induk yang melambangkan Gunung Mahameru.
Ini adalah representasi makrokosmos dalam kepercayaan Hindu-Buddha, di
mana gunung dianggap sebagai pusat alam semesta.
- Analisis Sistem Drainase Kuno: Bagi Anda
yang menyukai teknik sipil atau arsitektur, perhatikan pancuran air
(jaladwara) berbentuk makara dan teratai. Ini membuktikan bahwa Majapahit
sudah memiliki manajemen tata air (water management) yang sangat maju,
layaknya sistem irigasi perkotaan yang terintegrasi.
Berburu Foto Estetik dengan Latar
Bata Merah
Bagi para pegiat
media sosial atau fotografer lanskap, Candi Tikus menawarkan palet warna yang
kontras dan menarik secara visual.
Perpaduan warna
merah bata yang hangat dengan rumput hijau yang terawat di sekelilingnya
menciptakan komposisi yang memanjakan mata.
- Golden Hour: Waktu terbaik
untuk beraktivitas fotografi di sini adalah pagi hari (pukul 07.00 - 09.00
WIB) atau sore hari (pukul 15.30 - 17.00 WIB). Cahaya matahari yang miring
akan menonjolkan tekstur bata merah, memberikan efek dramatis tanpa perlu
banyak penyuntingan.
- Angle Bird’s Eye View: Karena posisi
candi berada di bawah permukaan tanah, Anda bisa mengambil foto dari bibir
situs bagian atas. Angle ini memungkinkan Anda menangkap
keseluruhan kompleks candi secara simetris tanpa harus menggunakan drone.
- Detail Makro: Jangan
lewatkan memotret detail ukiran pada pancuran air yang masih tersisa.
Tekstur lumut tipis yang menempel pada bata tua memberikan kesan vintage
dan otentik yang kuat pada hasil jepretan Anda.
Wisata Edukasi: Napak Tilas Sejarah
Majapahit
Aktivitas di Candi
Tikus tidak hanya soal visual, tetapi juga soal memperkaya wawasan tentang
sejarah nusantara.
Menggali informasi
di lokasi akan memberikan konteks mengapa situs ini begitu penting dalam Kawasan
Trowulan.
- Diskusi dengan Juru Pelihara: Seringkali,
narasi terbaik didapatkan bukan dari papan informasi, melainkan dari juru
pelihara situs. Anda bisa bertanya mengenai asal-usul nama
"Tikus" yang konon bermula dari sarang tikus yang ditemukan saat
penggalian, sebuah anomali nama yang justru menjadi daya tarik tersendiri.
- Observasi Fungsi Petirtaan: Bandingkan
struktur Candi Tikus dengan kolam renang atau spa modern. Situs ini diduga
kuat berfungsi sebagai tempat pemandian keluarga raja atau tempat
penampungan air untuk keperluan ritual, menunjukkan bahwa leluhur kita
sangat menghargai elemen air sebagai sumber kehidupan.
- Validasi Referensi Sejarah: Jika Anda
pernah membaca tentang Rute Candi Tikus atau sejarah penemuannya di
tahun 1914 oleh bupati Mojokerto saat itu, melihat langsung lokasi
penggaliannya akan memvalidasi imajinasi Anda tentang betapa tertimbunnya
peradaban ini di masa lalu.
Piknik Santai Menikmati Ketahangan
Desa
Berbeda dengan
destinasi wisata hits yang seringkali padat dan bising, Candi Tikus menawarkan
atmosfer pedesaan yang tenang.
Ini adalah
aktivitas yang tepat bagi Anda yang ingin "healing" sejenak dari
hiruk-pikuk pekerjaan kantor atau target KPI yang menumpuk.
- Menikmati Taman Sekitar: Area di
sekeliling candi telah ditata menjadi taman yang asri dengan rerumputan
hijau yang luas. Duduk santai di tepian (di area yang diizinkan) sambil
menikmati angin sore Trowulan bisa menjadi sarana relaksasi yang efektif.
- Kuliner Ringan: Meskipun
tidak boleh makan di area inti candi demi menjaga kebersihan, di area
parkir dan pintu masuk terdapat warung-warung warga lokal. Mencicipi es
tebu atau jajanan pasar setempat bisa menjadi pelengkap aktivitas wisata
Anda.
- Pengamatan Lingkungan: Lokasi ini
dikelilingi oleh persawahan warga. Suasana ini mengingatkan kita pada
kesederhanaan hidup, sebuah kontras yang menarik jika dibandingkan dengan
kemegahan sejarah yang ada di hadapan mata.
Persiapan Sebelum Berkunjung
Agar seluruh Aktivitas
Candi Tikus di atas dapat berjalan lancar, ada beberapa hal teknis yang
perlu Anda perhatikan.
Persiapan yang
matang akan meminimalisir kendala kecil yang bisa merusak suasana liburan.
- Waktu Kunjungan: Hindari
datang tepat di tengah hari bolong karena area candi terbuka tanpa
pepohonan besar di bagian tengahnya. Panas matahari Jawa Timur cukup
menyengat dan bisa membuat aktivitas eksplorasi menjadi kurang nyaman.
- Kelengkapan Pribadi: Bawa topi,
kacamata hitam, dan payung. Selain melindungi dari panas, aksesoris ini
juga bisa menjadi properti foto yang mendukung penampilan Anda.
- Rencana Perjalanan Lanjutan: Mengingat
lokasi ini tidak terlalu luas, Anda bisa menggabungkan kunjungan ini
dengan situs lain. Simak artikel kami tentang Tips Berlibur ke Candi
Tikus untuk mengatur itinerary agar efektif mengunjungi Candi
Bajang Ratu atau Museum Majapahit dalam satu hari.
FAQ
- Berapa harga tiket masuk Candi
Tikus saat ini?
Harga tiket masuk sangat terjangkau, umumnya berkisar Rp3.000 per orang
(harga bisa berubah sewaktu-waktu). Parkir kendaraan dikenakan biaya
terpisah sekitar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
- Kapan waktu terbaik untuk
mengunjungi Candi Tikus? Waktu terbaik adalah pagi hari
sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 WIB untuk
menghindari cuaca panas terik dan mendapatkan pencahayaan terbaik untuk
foto.
- Apakah Candi Tikus ramah untuk
anak-anak dan lansia? Secara umum ramah karena area taman yang datar,
namun perlu pengawasan ekstra bagi anak-anak saat berada di bibir kolam
candi karena tidak ada pagar pembatas tinggi. Untuk lansia, cukup
menikmati dari area atas tanpa perlu turun ke struktur bawah.
- Bolehkah pengunjung turun ke
area kolam candi? Aturan bisa berubah tergantung kondisi
pemeliharaan. Terkadang pengunjung diperbolehkan turun hingga pelataran
tertentu, namun dilarang memanjat struktur bata atau menyentuh relief
secara berlebihan demi kelestarian situs.
- Apa fasilitas umum yang
tersedia di sekitar Candi Tikus? Fasilitas standar wisata sudah
tersedia, meliputi area parkir yang cukup luas, toilet umum, mushola,
serta warung makan sederhana dan penjual suvenir di area luar pagar situs.
Menghabiskan waktu
di Candi Tikus memberikan perspektif bahwa kebesaran masa lalu tidak selalu
harus megah menjulang ke langit, tetapi bisa juga tenang dan membumi.
Jangan sampai
perjalanan Anda ke Mojokerto berlalu begitu saja tanpa menyerap energi
ketenangan dari petirtaan kuno ini.
Sebuah foto mungkin bisa bercerita, namun pengalaman merasakan langsung tekstur bata dan sejuknya angin Trowulan adalah memori yang tak tergantikan. Sudah siap mengatur jadwal kunjungan Anda akhir pekan ini?
📖 Lihat Sumber Informasi
01. Wisata Candi Tikus Mojokerto — Travelspromo
02. Candi Tikus yang Cantik dan Penuh Misteri — Detik Travel
03. Kisah Unik di Balik Nama Candi Tikus — Jatim Network
04. Menelusuri Keunikan dan Mitos Candi Tikus — Times Sumut
05. Sejarah dan Daya Tarik Wisata Candi Tikus — City Awesome
.webp)



No comments:
Post a Comment